Dampak Buruk Terlalu Sering Mencuci Mobil di Musim Hujan

Dampak Buruk Terlalu Sering Mencuci Mobil di Musim Hujan

Intensitas hujan yang meningkat membuat banyak pemilik kendaraan berpikir untuk lebih sering mencuci kendaraan mereka dibandingkan bulan-bulan sebelumnya agar kendaraan mereka terus terlihat bersih.

Berdasarkan data yang Carmudi dapatkan, terjadi peningkatan pengunjung yang mencuci kendaraan mereka di berbagai lokasi pencucian kendaraan selama musim hujan berlangsung. Peningkatan pengunjung tersebut melonjak sekitar 20-30 persen bila dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Pertayaannya, apakah kebiasaan masyarakat mencuci kendaraan mereka lebih sering di musim hujan tersebut benar?

“Untuk sebagian pemilik kendaraan, musim hujan berarti lebih sering mencuci kendaraan mereka. Sepanjang dilakukan secara benar dan tidak dilakukan terlalu sering, hal tersebut sah-sah saja. Mencuci mobil menyeluruh sebaiknya hanya dilakukan seminggu sekali,” ujar Co-Founder Carmudi Indonesia, Gunnar Rentzsch.

Untuk sehari-hari, lanjut dia, pemilik kendaraan cukup mengelap body kendaraan yang basah agar tidak lembab. “Masih banyak masyarakat yang kurang memahami bagaimana cara merawat kendaraan yang benar di musim penghujan,” tambah dia.

Carmudi mencari informasi dari montir beberapa dealer dan bengkel rekanan dan mereka mengatakan sebaiknya tidak mencuci mobil terlalu sering. Pada musim penghujan, sempatkan untuk mencuci mobil maksimal seminggu sekali di rumah, dan bawa kendaraan minimal sekali dalam sebulan ke tempat pencucian mobil terdekat untuk dicuci secara menyeluruh.

“Jangan terlalu sering mencuci mobil, dan sebaliknya jangan membiarkan kendaraan tidak dicuci dalam jangka waktu lama setelah terkena hujan. Jika mobil terus menerus terkena air maka akan membuat body ataupun mesin menjadi lembab. Keadaan tersebut membuat karat dan jamur singgah di kendaraan,” ujar Umar, montir dari salah satu bengkel dan dealer rekanan Carmudi.

Air hujan dan kotoran yang menempel di rongga sasis dan komponen-komponen suspensi, lanjut Umar, bisa mengakibatkan oksidasi pada besi, yang menimbulkan karat. “Jamur yang timbul oleh butir air hujan yang menempel pada mobil membuat cat mobil terlihat kusam dan cukup susah untuk mengembalikan cat mobil yang kusam,” kata Umar.

Pencucian menggunakan lift hidrolis dapat menjadi solusi untuk membasmi permasalahan musiman tersebut. Namun, kata Umar, tidak disarankan untuk melakukan pencucian dengan lift hidrolis terlalu sering karena dapat membuat komponen suspensi mobil melemah.

“Pada saat mobil diangkat, sistem suspensi dan kemudi mobil dalam kondisi menggantung dapat mengganggu kestabilan mobil karena spooring dan balancing dapat berubah. Mencuci mobil menggunakan lift hidrolis disarankan maksimal dua kali dalam sebulan,” tambah dia.

Musim penghujan ini memang menjadi momok bagi pemilik kendaraan. Tips mudah yang dapat dipraktekkan agar kendaraan tetap terawat adalah luangkan waktu untuk sekedar membasahi dan mengelap mobil 15 menit setelah mobil kehujanan.

Selain itu, pilih sampo mobil yang busanya tidak terlalu banyak karena busa yang banyak justru berdampak buruk untuk warna cat mobil. Sampo mobil hanya digunakan jika mobil benar-benar kotor.

“Tips terakhir, rajinlah cek kebersihan engsel mobil, tepi bagasi, tepi pintu mobil, tepi kap mesin dan lainnya karena bagian-bagian inilah penyakit mulai mudah timbul mengingat air hujan atau bekas cucian sering tertinggal,” tambah Umar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *